Akan Tuntut Partainya 1 Triliun Rupiah, Viani Limardi Tidak Terima Dirinya Dipecat Dan Difitnah PSI

PSI Pecat Anggota DPRD DKI Viani Limardi.

Anggota DPRD DKI Viani Limardi dikabarkan di pecat partai solidaritas Indonesia atau PSI. Ia diduga melakukan penggelembungan dana reses DPRD DKI pada Maret 2021 lalu.

Tidak tinggal diam Viani Limardi akan menuntut PSSI sebesar satu Triliun Rupiah lantaran telah menyudutkan dan memfitnah dirinya.

Dikutip dari tribunjakarta Viani limardi dikabarkan dipecat dari partai solidaritas Indonesia atau PSI. pemecatan tersebut disebabkan lantaran Viani diduga melakukan sejumlah pelanggaran. diantaranya menggelembungkan dana kegiatan reses pada Maret 2021 lalu.

Menanggapi hal tersebut pihaknya tidak tinggal diam dan akan melawan serta menggugat PSSI sebesar satu Triliun Rupiah Viani.

mengaku selama ini dilarang berbicara oleh PSSI termasuk ketika ia melanggar peraturan ganjil genap.

Dilaporkan Kompas TV Fiani diberhentikan dari keanggotaannya di DPRD DKI Jakarta dan partai psi. Alasan pemecatan itu tertuang dalam surat keputusan DPP PSI tentang saksi pemberhentian selamanya sebagai anggota PSSI terhadap Viani limardi.

Dalam keputusan itu Viani disebut melakukan pelanggaran aturan perilaku anggota legislatif PSI. selain penggelembungan dana reses Viani juga disebut melanggar aturan perilaku anggota legislatif PSSI karena tidak mematuhi instruksi DPP PSI pasca pelanggaran peraturan sistem ganjil-genap pada 12 Agustus 2021.

Dijelaskan pula bahwa Viani sudah diberikan surat peringatan pertama kedua hingga akhirnya surat pemberhentian ketiga yaitu pemberhentian selamanya.

Terkuak Alasan PSI Pecat Anggota DPRD DKI Viani Limardi

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai solidaritas Indonesia atau PSI, Viani limardi kembali menjadi sorotan pasca di pecat PSSI sebagai kader partai dan anggota DPRD.

Pemecatan Viani limardi dikonfirmasi oleh juru bicara DPP PSI. Bimo Ariyanto pun membeberkan alasan pihak PSSI memecat Viani limardi tersebut.

Dikutip dari kompas.com hal itu disampaikan arito Bimo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin 27 Sep 2021, arito menyebut pemecatan tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani ketua umum PSI Grace Natalie dan sekretaris jenderal PSSI Raja Juli Antoni pada 25 Sep 2021.

Dalam surat pemecatan itu disebutkan bahwa Viani melanggar pasal 4 angka 3 aturan perilaku anggota PSSI dimana dirinya melanggar aturan ganjil genap yang berlaku di Jalan Gatot Subroto

Seperti diketahui pada 12-08-2018 lalu Viani tampak marah dan akan melakukan protes kepada instansi kepolisian karena dirinya seharusnya kebal dari aturan ganjil-genap.

Alasan yang digunakan viami adalah karena dirinya terlibat dalam penyusunan aturan penerapan ganjil-genap selama ppkm di Jakarta.

Alasan lain viani disebut telah melanggar pasal 5 angka 3 aturan anggota legislatif PSI, Ia dituding telah melakukan penggelembungan pelaporan penggunaan dana APBD untuk kegiatan reses.

Hai terkait hal itu Viani membantah Tudingan penggelembungan dana reses yang tertulis dalam surat pemecatan dirinya. namun ia belum mau berbicara lebih lanjut sebelum surat pemecatan itu sampai di tangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.