Data dan Fakta : Youtube VS Televisi

Data dan Fakta : Youtube VS Televisi. YouTube menjadi platform media sosial yang paling digandrungi di Indonesia era digital dan mudahnya mengakses internet membuat orang berbondong-bondong mencari media tontonan yang baru di luar televisi.

Benarkah YouTube mengancam bahkan telah menggeser televisi berikut fakta datanya?

Media sosial semakin menarik perhatian warga dunia. Data yang dipaparkan statista.com mengonfirmasi bahwa miliaran penduduk bumi aktif di media sosial.

  1. Facebook masih menjadi raja di media sosial dengan jumlah pengguna aktif lebih dari 2,6 miliar.
  2. Di posisi kedua ditempati YouTube dengan pengguna aktif mencapai dua miliar.
  3. Ketiga ada platform sosial WhatsApp yang sukses mengalahkan layanan SMS dengan pengguna mencapai dua miliar.
  4. keempat ada Facebook Messenger dengan 1,3 miliar pengguna.
  5. Di posisi 5 dihuni aplikasi dari Tiongkok yaitu WeChat dengan jumlah pengguna menembus 1,2 Milyar dan
  6. keenam ada Instagram dengan pengguna sebesar 1 miliar 80 juta pengguna.

Data dan Fakta : Youtube VS Televisi

Media yang banyak digunakan di Indonesia

Media yang paling sering digunakan di Indonesia adalah :

  1. YouTube dengan angka mencapai 88 persen.
  2. lalu WhatsApp menyusul dengan angka 84 persen.
  3. Posisi ketiga ada Facebook dengan angkat 80 persen
  4. Keempat Intagram mencapai angka 79 persen.
  5. Twitter dengan angka mencapai 50 persen

Flatform media sosial YouTube yang memberi kesempatan kepada semua orang menjadi pengisi konten audio visual dikenalnya bahkan mulai menyaingi pesona televisi.

Survei Google dan kantor BSN 2 tahun silam menyebut 53 persen pengguna internet di Indonesia menonton YouTube. Sementara 57 persen pengguna internet di Indonesia masih menonton televisi, selisihnya tinggal empat persen.

Televisi bisa saja benar-benar digeser oleh YouTube sebab pengguna internet tahun ini naik 17 persen dibandingkan tahun 2019 yakni angkanya mencapai 175,4 juta.

Bagaimana popularitas YouTube di masyarakat?

Hasil riset Google dan BSN terhadap 500 penggunaan media sosial 18 kota di Indonesia membuktikan sebanyak 80% penonton YouTube berdomisili di desa sementara penonton YouTube yang berdomisili di kota mencapai 90%.

Popularitas YouTube di desa dan kota tidak berbeda jauh lagi-lagi ini disumbang oleh perkembangan internet. Di YouTube nyaris semua hal ada bahkan konten milik media arus utama juga diunggah di media sosial ini.

Tapi apa yang dicari warga di YouTube?

Sebanyak 90 persen hiburan dan 86 persen menonton YouTube untuk mencari informasi baru.

Sukses YouTube Bukan hanya dalam menggaet penonton, pendapatan mereka pun semakin bertambah. pada 2019 lalu pendapatan YouTube dari iklan melesat menjadi 204 Triliun Rupiah, lebih tinggi hampir dua kali lipat dari pendapatan di tahun 2018. Padahal di 2017 pendapatan YouTube masih 157 Triliun Rupiah.

Mari kita lihat belanja iklan di televisi pada 2019 lalu.

Belanja iklan di televisi masih tumbuh 14 persen sehingga menjadi 143 Triliun Rupiah. Belanja iklan itu naik signifikan jika dibandingkan belanja iklan di televisi tahun 2017 yang sebesar 115 Triliun Rupiah

YouTube jadi menjadi ladang meraup rupiah melalui platform media sosial dan content Creator menjamur dan melejit namanya. Belum lama ini Socialblade mengeluarkan peringkat youtuber dunia berpenghasilan fantastis siapa saja mereka?

Youtuber terkaya di dunia?

Ada empat youtuber terkaya dalam satu dekade terakhir versi the richest.

  1. posisi teratas ditempati oleh Jeffrey start seorang guru tata rias yang memiliki pendapatan sebesar 75 juta Dollar Amerika Serikat atau sekitar 1,1 Triliun Rupiah.
  2. Di bawahnya ada channel Dien TDM sebesar 30 juta Dollar Amerika Serikat atau 443 Milyar rupiah.
  3. urutan ketiga diraih rayon  dengan perolehan 26 juta Dollar Amerika Serikat.
  4. dan keempat kaji markiplier dengan perolehan 24 juta Dollar Amerika Serikat.