Mensos Hapus 9 Juta Penerima Bansos PBI Kemensos

Bantuan PBI Kemensos. Kementerian Sosial membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan terkait jaminan kesehatan nasional BPJS Kesehatan

Pasalnya Kemensos kini tengah melakukan pembaruan data dan verifikasi status penerima bantuan iuran jaminan kesehatan atau BPI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kemensos

Berdasarkan regulasi program PBI JKN kemensos, penerima bantuan adalah fakir miskin dan orang tidak mampu. Selain itu identitas peserta paling sedikit memuat nama dan nomor identitas yang terintegrasi dengan Nik.

Data penerima bantuan juga harus bersumber dari data terpadu kesejahteraan sosial yang ditetapkan oleh menteri. Menteri sosial Tri Rismaharini melalui konferensi pers virtual pada senin 2021 menyebut terdapat lebih dari sembilan juta datang yang tidak padan dengan data terpadu Kesejahteraan Sosial.

Data tersebut dinilai tidak padan karena adanya perpindahan segmen meninggal dunia data ganda dan sudah tidak termasuk kategori miskin

Data tidak Padan tersebut tidak dapat menerima bantuan dan harus dikeluarkan. Terkait pemenuhan kuota nasional sebanyak 96,8 juta terbuka kesempatan bagi 9,7 juta usulan baru.

Hal ini berlaku bagi mereka yang ingin melakukan perbaikan data yang belum padan dukcapil migrasi dari penerima bantuan iuran (PBI Kemensos) daerah. Bayi baru lahir dan lainnya nanti kita akan buat edaran ke daerah.

“Edaran ke daerah untuk dia mengusulkan yang baru, meskipun kami sebenarnya sudah punya apa namanya ruang daerah itu mengusulkan baru kemarin sempet kita tutup karena bukan apa-apa karena kita perbaiki systemnya kita perbaiki tapi sekarang udah kita buka lagi mereka bisa mengusulkan pemadanan data” menurut menteri sosial, Tri Rismaharini.

Ini merupakan rekomendasi dari badan pengawasan keuangan dan pembangunan Badan Pemeriksa Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pemadanan ini berguna untuk memastikan Bansos tersalur dengan tepat sasaran dan memenuhi prinsip akuntabilitas